• Contoh perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - IPS

    PPN dan PPnBM diatur dalam UU No. 18 Tahun 2000. Apa yang dimaksud dengan PPN ? PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi barang atau jasa di dalam daerah pabean (daerah pajak).



    Atau pajak yang dikenakan terhadap penjualan atau penyerahan barang yang telah diolah atau diproses, sehingga berubah dari sifat atau bentuk aslinya menjadi barang baru yang bertambah nilai atau daya gunanya.

    Contoh:
    - Mobil mempunyai nilai daya guna lebih (tambah) dibanding dengan bahan bahan yang dipakai untuk membuat mobil/
    - Minuman ringan, bila di banding dengan bahan, untuk membuatnya, maka minuman ringan mempunyai nilai tambah (plus)

    Oleh karena itu penjualan mobil dan minuman ringan dikenakan PPN (pajak pertambahan nilai). Penjualan barang mewah tertentu, kecuali dikenakan PPN juga dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

    Ada pula barang-barang tertentu yang tidak dikenakan PPN, seperti hasil pertanian, perkebunan dan kahutanan yang dipetik langsung. Dasar pengenaan Pajak Penambahan nilai (DPPPN) adalah harga jual Penggantian nilai ekspor, nilai impor, atau nilai lain yang ditetapkan dengan keputusan menteri keuangan yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak terutang. 

    PPN dihitung dengan cara mengalihkan tarif dengan DPPPN. Tarif PPN bersifat proposional atau menggunakan persen yang tetap namun demikian. didalamnya masih terdapat keragaman sebagai berikut:
    1) Tarif PPn adalah 10%
    2) Atas ekspor barang dikenakan pajak 0%

     Nilai PPN = Tarif PPN (10%) x Pertambahan Nilai

    Contoh perhitungan PPN:


    1. Sepulang sekolah anton merasa lapar, kemudian mampir ke restoran Kenthuky Fried Chicken untuk membeli satu paket Chaki fries. Di dalam daftar harga tercatat bahwa harga satu paket makanan tersebut adalah Rp. 10.000,00 akan tetapi antont harus membayar Rp. 11.000,00 Mengapa demikian ?, karena Anton harus membayar pajak PPN 10%. Yaitu 10% x Rp.10.000,00 = Rp. 1.000,00

    2. Keluarga Pak Yusuf pergi ke suatu mall untuk membeli barang barang berikut: 2 celana jeans @Rp. 150.000,00. 2 baju kaos lengan panjang @Rp. 60.000,00, Baju batik @Rp. 125.000,00. 1 tas sekolah @Rp. 75.000,00. 1 sepatu olah raga @Rp. 80.000,00. berapakah jumlah PPn yang harus dibayar pak Yusuf ?

    Jawab: 
    2 Celana Jeans = Rp. 300.00,00 ( kalau 1= 150.000,00)
    2 baju kaos lengan panjang panjang = Rp. 120.00,00
    1 baju batik = Rp. 125.000,00
    1 tas sekolah = Rp. 75.000,0
    1 sepatu olah raga = Rp. 80.000,00 
    Jumlah = Rp. 700.000,00

    PPN yang harus dibayar 10% x Rp. 700.000,00 = Rp. 70.000,00

    Terimakasih semoga artikel yang saya berikan dengan judul " Contoh perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - IPS " Bermanfaat bagi anda . Sekian , Mari baca artikel lainya dengan bab yang sama yaitu Pajak seperti :  Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional.
  • 10 komentar:

    1. jadi mengingatkan saya beberapa waktu kebelakang...
      agak pusing mengerjakannya :)
      terima kasih mas telah mengingatkan kembali, penjabarannya sangat simpel dan mudah dicerna

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mas sama sama :) saya juga trimaaksih atas kunjungan nya :)

        Hapus
    2. keren artiklenya menambah pengetahuan tentang IPS walaupun saya blom belajar itu TERIMA KASIG GAN :)

      BalasHapus
    3. Balasan
      1. Sama sama, jangan lupa share ya , trimakasih

        Hapus
    4. Mlm mas.. mau tanya bgm cr nya untuk bikin ppn nya? Apakah yg hrs dilakukan ? Apakah hrs terdaftar dl atau bgm mas?

      BalasHapus
    5. KFC ITU TIDAK KENA PPN. SEMUA RESTORAN DIKENAKANNYA PAJAK PEMBANGUNAN DAERAH, JADI BUKAN PPN. MESKIPUN SAMA TARIFNYA 10% TETAPI TIDAK TERMASUK PPN.

      BalasHapus

    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13