• Keunikan dan Pesan Moral Teater Nusantara


    Apa yang dimaksud Keunikan dan Pesan Moral Teater Nusantara ? Apreiasi terhadap keunikan dan pesan moral teater nusantara merupakan suatu penilaian , penghayatan , dan menghargai karya teater nusantara . Untuk menumbuhkan sikap apresiatif terhadap teater nusantara perlu dikembangkan sikap-sikap , antara lain sebagai berikut :
    1. Sering atau biasa melihat pertunjukan teater nusantara sehingga dapat megnenal dan memahami.
    2. Memperhatikan setiap pertunjukan teater baik secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui TV atau VCD.
    3. Turut serta dalam pertunjukan teater nusantara yang diadakan di sekolah atau lingkungan tempat tinggalmu

    1. Sikap Apresiatif terhadap keunikan Teater Nusantara


    Keunikan keunikan yang terdapat pada teater nusantara memiliki suatu keistimewaan dan ciri khas yang berbeda beda. Perbedaan perbedaan itulah yang menjadikan keanekaragaman jenis teater nusantara. Sikap Apresiatif terhadap perbedaan perbedaan tersebut membawa sikap untuk saling menghargai dan menghormati.  Di bawah ini ada  beberapa kunikan keunikan yang ada pada teater nusantara 

    A. Randai
    Di dalam penyajiannya , dalam sebuah kelompok randai terdiri atas 14 sampai 25 pemain. Hal ini tergantung dari lakon / cerita yang dimainkan. Para pemain berdiri dalam sebuah lingkaran besar. Sebelum adegan dimulai,mereka menari,menyanyi,dan tepuk tangan dan kaki sehingga terdapat bunyi "hep ta". Pencak silat ditampilkan pada awal pertunjukan,akhir pertunjukan,peralihan antara adegan dan adegan perkelahian. Busana yang dikenakan berupa celana longgar warna hitam atau putih,kemeja hitam berkerah dan berlengan panjang, ikat kepala berenda dan bermanik manik,serta sapu tangan yang dililit di pinggang. Pada busana pimpinan pemain dan kepala desa (dubalang) ditambah dengan membawa belati atau pisau.

    B. Makyong
    Di dalam penyajianya,pertunjukan makyong menggunakan tari dan lagu. Terdapat lagu untuk berjalan,perang,cinta,pembuka dialog. Tokoh makyong , meliputi Pak yong (raja) , pak Yong muda (putra Mahkota), Mak yong (Ratu), Putri Makyong (putri), Cik Awang (penasihat),dan beberapa pelayan muda. Biasanya  semua peran dimainkan oleh perempuan , kecuali peranyang memakai topeng diperankan oleh pria. Terdapat sekumpulan topeng tokoh jahat , gajah , rusa , hrimau , kuda , kera , peramal , penasihat , pemuda , mak inang , Betara Guru , dan Jin.

    C. Mamanda
    Teater Mamanda berasal dari kalimantan selatan. Dalam pementasanya,mamanda dibuka dengan tari dan lagu.Busana yang dikenakan adalah busana adat setempat yang dihiasi dengan pernak-pernik seperti epolet yang bergetar ketika tokoh pria menggerakan tubuhnya.

    D. Studiklub Teater Bandung ( STB )
    Studiklub Teater Bandung (STB) merupakan kelompok teater teater yang berada di bandung. Teater ini berdiri pada tanggal 13 Oktober 1958. Pertunjukan STB sudah dikenal di seluruh indoonesia karena memiliki mutu dan pertunjukan yang tinggi. Dalam pertunjukan selalu menggunakan dasar budaya indonesia,meskipun terdapat naskah terjemah dari naskah asing seperti Romeo dan Julia dan Romulus Agung. Pertunjukan ini dipentaskan dengan latar belakang kerajaan indonesia Kuno. Selain itu,pengaruh teater Sunda (jawa Barat) Sangat kuat pada pertunjukan ini,terutama longser dan wayang. Teater ini juga menggunakan topeng. Pemakaian topeng ini dapat disaksikan pada pertunjukan Lingkaran Kapur Putih karya Bertoit Brech yang disutradarai oleh Suyatma Anirun sebagai Pertunjukan drama bertopeng pada tahun 1978 dan 1989.

    E. Cak
    Pertunjukan Cak Terdiri atas penari yang berjumlah lebih dari seratus duduk melingkar berlapis dengan sebuah obor di tengah. Tokoh-tokoh Ramayana menari dan berdialog di tengah lingkaran. Setiap gerakan digarisbawahi dengan suara mendesis atau teriakan "ecak-ecak-ecak" dalam aneka irama yang terus menerus. Busana yang dikenakan para penari cak yaitu kemben yang dibebatkan sepanjang betis,dada bertelanjang,dan tiga titik putih dibubuhkan pada pelipis dan di antara kedua alis. Sedangkan, para pemain tokoh tokoh Ramayana mengenakan busana tradisional Bali.

    Selain Teater teater tradisional tersebut di atas tadi , Teater nusantara juga meliputi teater teater yang ada pada saat ini. Beberapa teater nusantara tersebut,antara lain sebagai berikut.

    1) Teater Mandiri
    Teater mandiri didirikan pleh putu wijaya, di jakarta pada tahun 1977. Teater ini penuh dengan peristiwa yang tidak masuk akal , humor , lugas , anekdot , mengejutkan , akrobatik , dan drum band. Dalam Pertunjukannya adegan adegan tersebut dipentaskan sebagai suatu tontonan yang penuh warna dan gerak serta musik yang dinamis.

    2) Teater Populer
    Teater Populer didirikan oleh Teguh Karya. Gaya realisme menjadi gaya utama dalam teater populer. Dalam salah satu karya pertunjukannya,yaitu inspektur jenderal karya Nikolaj Gogol dengan sutradara Teguh Karya. Busana yang dipergunakan adalah busana adat Jawa. Hal ini Untuk menciptakan suasana setempat.


    2. Sikap Apresiatif terhadap pesan moral Teater Nusantara


    Setiap Teater Nusantara yang dipertunjukan memiliki maksud atau pesan yang disampaikan oleh penontonya. Kebaikan selalu mendapat kemengangan dari hal hal yang tidak baik (dalam hal ini kejahatan dan keburukan) . Berikut ini,beberapa contoh pesan moral pertunjukan teater nusantara.

    a. Bengkel Teater
    Bengkel teater didirikan oleh W.S. Rendra. Dalam setiap pertunjukannya menyajikan karya karya yang mencerminkan tentang kesewenangan budaya feodal dalam kebijakan pemerintahan Orde baru.

    b. Teater Kecil
    Teater Kecil ini Didirikan oleh Arifin C. Noor pada tahun 1968. Menyajikan Karyanya yang menjadikan ciri kuatnya adalah simpatinya kepada kaum miskin yang tidak berdaya dan korban pembangunan dan modernnisasi. Selain tersebut diatas, banyak teater nusantara yang mengangkat cerita dari kisah kisah rakyat dahulu maupun kisah kisah dari kehidupan masyarakat saat ini, yang semuanya pada intinya memberikan pesan moral kepada penonton mengenai keluhuran budi seperti kejujuran , kebijakasanaan , kasih sayang , keadilan , dan patuh kepada Orang tua.

    c. Lerok Besutan
    teater ini merupakan teater rakyat Jawa Timur. Dalam teater besutan pesan moral yang ingin disampaikan melalui busana para pemainya,yaitu tokoh besut yang mengenakan busana peci Turki merah,celana panjang hitam , Sarung berwarna putih, dan bertelanjang dada. Hal ini melambangkan rakyat kecil yang polos dan murni secara batin. Tokoh Asmunah mengenakan kebaya dan kain batik melambangkan wanita masa kini.

    d. Drama Gong
    Teater Drama Gong  berasal dari bali. Teater ini menyajkan lakon kisah kisah seperti jayaprana, kisah cinta Sampik ingtay dan kisah Mahabarata. Kisah ini memberikan suatu pelakaran bahwa kenaikan pada akhirnya menang atas kejahatan.

    Sekian artikel dari saya tentang Keunikan dan Pesan Moral Teater Nusantara Semoga bermanfaat bagi anda. Trimakasih atas kunjuungan nya. Silahkan baca artikel Teater Menarik lainya di sini .

  • 8 komentar:

    1. mantaaap nice post

      dulu blog ini masih sepi eeeh ternyata sekarang ramai bangeet gan

      kasih tipsnya donk
      jawab di blog ane yaaa gan
      komen back :D

      BalasHapus
    2. Teater galas termasuk kah gan ??

      BalasHapus
    3. saya malah belum menonton atau melihat satupun mas hehe...tapi sepertinya menarik, mudah2an bisa tetap dijaga ya mas...tapi dengan segala keunikannya pasti teater takkan pernah sepi peminat

      BalasHapus
      Balasan
      1. iya mas.. mudah mudahan bisa tetap di jaga :)

        Hapus

    ADDRESS

    Muara Sarana Indah Real Estate, Malang Regency

    EMAIL

    Achmadfebrian2000@gmail.com

    MOBILE

    +62 859 665137 014